Tampilkan postingan dengan label bp. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bp. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2014

New Boiler Operation

All equipment must be operated according to the procedures listed in the guide. By obeying this guide is very important to avoid danger in the operation and maintenance.

Whether for a new boiler, or boiler that has not been on the run, or open boiler cleaned or in repair, the boiler must be started by following the contents of this guide. Book here only for boilers that have been done drying slowly and given a tonic soda.

Examination of the upper drum and lower drum
Open manhole installation and check-packing packing and internal bolts upper drum, if installed properly.

Check whether the pipe nozzles in the drum is mounted and the right direction.
Check if there are still people, equipment soiled cloth and other foreign goods left inside, after making sure the drum is clean.

Manhole door closed.
"Installation of the upper internal drum plays an important role to determine the dryness factor of steam production in the boiler".
Examination of the casing
Note the mounting bolts on the casing which is located below the upper drum-shaped bolt hole length (oval) and mounting bolts must have a space + - 20 mm. (see picture)...


"Mounting bolt casing with holes spaced 20 mm is very important to allow the upper drum to expand when the boiler beroprasi. Installation of casing bolts without sufficient space obang will result in the binder bolt break on an expansion ".

Examination valve and flange
Check the valve installation carefully and thoroughly, especially towards the direction of the flow of incoming material dankeluar and whether it has the appropriate specifications for each type of use. Check that all packing-packing and the bolts on the flange connection is mounted perfectly. Special attention is needed in the examination of shellfish and flange to keep the things that are not in want at the time of operation of the boiler.

"Negligence mounting packing on the valve and flange connection will be very dangerous for the operator and the people around him at the time the boiler is operated".

Examination board of the instrument panel switches and electro motors
Check that all electrical components and couples wiring is correct and functioning properly. Check whether the motor at all the tools one by one. Please note to check the direction of rotation of the electro motors, should the connection coupling and belting in the open. This is to avoid the possibility of unwanted possibilities. Check whether the instrument panel on the boiler control system are all working sedah ​​semourna, particularly control systems at a low height of water in the boiler.

"Control system of high / low water in the boiler is very necessary in the note to prevent over-heating and the carry-over".

Examination of the draft control
Takuma BOILER with balancing a draft system is equipped with a pressure regulator maintains the pressure in the kitchen is a kitchen that is more constant. The failure of the functioning of this tool will be able to cause a back fire in the kitchen area so that endanger the operator as well as the people around him. Therefore, special attention should be paid and very essential to maintain pressure on the kitchen kettle:

-5 S / d -10 mm H2O

To obtain the above values ​​can be sets through the device settings on the unit.


Unit installation and setup


Its works with the hydraulic system, therefore Olie conditions inside the appliance is kept at the level specified limits. Please note carefully the comparison (ratio) opening and closing the damper with motion 'Arm "(handlebar) on the device.

"Do not operate the boiler by setting the unit to the positive scale. (see picture). this is very dangerous, because it will cause back pressure (back fire) in the kitchen area) ".

Examination of the blower (fan)
Takuma boiler is equipped with a blower-blower (fan) the high efficiency which consists of:
  •      Induced draft fan
  •      Forced draft fan
  •      Secondary forced draft fan (sec. FD Fan)
Before operated blower ready for the parts to be inspected and examined are as follows:
  •      Closely inspect the inside of the blower and make sure that no foreign goods were left in it.
  •      Check forbidding bolts nuts and bolts flange connection and the suction side of the starting side, centering on sambugan coupling and protector for safety, whether it has been installed perfectly.
  •      Check the lubrication conditions.
  •      Check the wire protection at the air inlet, which serves to prevent foreign material being sucked into it.
  •      Move the rotating parts by hand to check if the obtained conditions upnormal.
Before the blower operated continuously (continuous) advance operated for a short time interval to check whether there is the possibility of the presence of noise or vibration (vibration) less normal

Operate the fan with damper fully closed (no load) while observing the ampere meter. Ensure that the fan has reached the specified speed and amperage in a stable condition.

During the operation note casing, ducting, bearing (lava) and other components of the possibility of the presence of noise, vibration or heat less normal

At the time the operation is stopped, check the bolts faithful, bearing 9lahar) and other components will be the possibility of becoming loose

Use a good quality lubricating oil with a sufficient number

"Do not start fan operation with the damper open conditions (full load) to avoid start-current or over current high so can damage the electro motors and other electrical components".
 

Hydrostatic Test
Before operated hydrotest must first be done to determine whether the system expander (rolling) -pipa pipe water tube there is no leaks.

Hydrotest provisions are as follows:

For new boiler: working pressure> 10 kg / cm 2
Pressure test = working pressure x 1 ½
For boilers that have been used
Pressure test + = maximum working pressure of 3 kg / cm 2

Senin, 11 Agustus 2014

Pengapian dan Proses Boiler

Pengapian
Setelah persiapan pengapian telah terpenuhi,lakukan pengapaian untuk pemanasan awal dengan tanpa mengoperasikan peralatan-peralatannya kecuali instrumen panel.
Setelah di dalam dapur panas telah relative merata, dan dari kerangan air vent keluar steam dan memperoleh tekanan pada ketel min 1 kg/cm2 yang berarti tidak akan terjadi pemuaian mendasar maka kita dapat melakukan pengapian dengan mengikuti prosedur-prosedur di bawah ini :
  1. Periksa kondisi air dalam water level gauge (gelas penduga)
  2. Apabila level air dalam gelas penduga tinggi,melebihi HWL, harus dilakukan Blow Down sehingga level air berada pada posisi antara NWL dan HWL
  3. Operasikan komponen-komponen seperti:
  • Double damper
  • Draft control
Pastikan tidak ada kesalahan fungsinya.
  • Operasikan ID Fan dengan damper di tutup sama sekali. Perlu di ketahui bahwa di dalam boiler panel di lengkapi dengan sistem “Inter Lock”
Pastikan posisi selector switch harus tetap berada di posisi inter lock selama boiler beroperasi (lihat gambar).

INTERLOCK: FD. Fan tidak dapat dioperasikan sebelum mengoperasikan draft control dan ID fan.
RELEASE: FD Fan dan ID Fan dapat dioperasikan sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya satu dengan yang lain.
“Jangan mengoperasikan boiler full operasi sebelum dilakukan pemanasan awal hingga diperoleh tekanan 1 kg/cm2. Hal tersebut dapat mengakibatkan over heating pada pipa superheater.
Jangan mengoperasikan boiler pada posisi RELEASE. Hal ini sangat berbahaya sebab apabila ID Fan mati, maka FD Fan tidak turut mati dapat mengakibatkan terjadinya back fire”.
  1. Setelah ID Fan beroperasi normal, posisi handle draft control pada alat control SEIRITSU ke posisi “Auto”.
  2. Operasikan FD Fan dengan damper utama di tutup sama sekali, dalam damper udara di bawah fire grate tetap buka +- 30 – 40 %.
  3. Operasikan sec FD Fan (2nd FD Fan) dengan damper utama di buka 50 – 70 %, damper ke ruang bakar dibuka +- 30% dan damper udara ke chute bahan bakar disesuaikan pada kebutuhan (agar posisi jatuhnya bahan bakar di tengah-tengah ruang bakar). Biarkan kondisi seperti ini selama +- 15 menit untuk menstabilkan sistim balancing draft di dalam ruang dapur.
  4. Perhatikan bila boiler yang menggunakan “Seperheater”. Pada saat start pengoperasiannya kerangan Blow Down pada superheater dan starting valve harus terbuka 100%, gunanya agar kandungan air yang tertinggal di dalam pipa superheater dapat terbuang. Dan uap dapat mengalir melalui pipa seperheater dan keluar dari starting valve. Kerangan Blow Down di superheater header dan starting valve dapat di tutup setelah Main Steam Valve ( kerangan utama ) di buka.
  5. Operasikan alat pensupply bahan bakar ( Rotary feeder).
  6. Karena pembakaran di dalam ruang dapur belum besar, masukkan bahan bakar secara perlahan – lahan hingga tekanan furnance mencapai :  -5 s/d -10 mm H2O
Prosedur ini harus di tempuh secepat mungkin setelah tekanan dapur menaik sebab kemungkinan timbul tekanan balik (back fire). Jangan berdiri tepat di depan lobang control pengisian ( Feeding Chute)
  1. Tutup kerangan buangan udara ( Air Vent ) bila tekanan boiler mencapai 1 kg/cm2.
  2. Untuk menaikkan tekanan dapat dilakukan dengan jalan membuka damper utama FD Fan yang dapat di kontrol melalui instrument panel. Ikuti prosedur-prosedur menaikkan tekanan di bawah ini :
  • Untuk tekanan < 15 kg/cm2 damper utamam FD Fan dapat membuka 60 – 70 %.
  • Untuk tekanan > 15 kg/cm2 damper utamam FD Fan membuka +- 20 – 50 %.

“Jangan membuka damper utama FD Fan  melebihi ketentuan, apabila tekanan Boiler > 15 kg/cm2. Sebab jika terjadi kenaikan tekanan hingga tekanan maximum, akan sulit untuk menurunkan tekanannya kembali, sehingga safety valve akan sering sering blow off.
Untuk mengurangi nyala api di dalam dapur, pengaturannya melalui damper FD fan  dan tidak di anjurkan mematikan (stop) blower FD Fan selama boiler operasi”.

Prosedur Untuk Menaikkan Tekanan Dan Temperatur
Untuk menaikkan tekanan harus ikut mempertimbangkan faktor thermal expansi (pemuaian panas) dari badan, dinding dapur dan bagian – bagian lain boiler agar tidak terjadi bahaya lanjutan akibat pemuaian paksa. Menaikkan tekanan dengan tiba-tiba akan mengakibatkan bahaya kebocoran atau retak pada pasangan batu api.
Pada boiler takuma, waktu standart untuk menaikkan tekanan boiler adalah seperti yang tercantum pada grafik di bawah ini:

Pada saat tekanan boiler naik secara perlahan –lahan, hal-hal ynag perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Apabila uap mulai terjadi, setiap kerangan uap harus di operasikan untuk menjaga agar handle dari masing-masing kerangan  itu dapat bergerak bebas walaupun ada thermal expansi.
  2. Untuk boiler baru, apabila tekanan mencapai 2 – 10 kg/cm2 setiap sambungan dengan mur pada tutup manhole, gelas penduga, kerangan pembuang, meter tekanan dan peralatan-peralatan lainnya harus di kencangkan kembali dan periksa kefungsiannya.
  3. Apabila telah mencapai tekanan kerja normal, kerangan pengaman (safety valve) harus dicoba kefungsiannya dengan jalan mengangkat handlenya untuk meyakinkan bahwa kerangan pengaman itu dapat bekerja dengan baik.
  4. Lakukan pemanasan pada steam pump, agar steam pump dapat tetap “stand by”, untuk menjaga apabila arus listrik putus pada saat boiler sedang full operation, steam pump dapat langsung dioperasikan.
  5. Periksa bagian luar dari dapur dan ducting atas kemungkinan rusak yang disebabkan oleh thermal ekspansi.
  6. Teliti apakah ada kondisi yang kemungkinan upnormal pda setiap bagian yang berputar atau bergerak. Perhatian khusus diberikan pada kemungkinan terlalu panasnya pada bearing induced draft fan.
  7. Penyaluran uap pada waktu operasi normal dari ketel.
  • Setiap kerangan pembuangan (drain valve) pada pemipaan uap harus dibuka.
  • Yakinlah bahwa tidak ada terjadi bahaya water hammering, atau bunyi abnormal serta kebocoran setelah dibukanya keran utama.
  • Pembukaan total kerangan uap utama secara tiba-tiba harus dihindarkan. Yang dikhawatirkan kemungkinan turunnya tekanan secara tiba-tiba dan kenaikan level air yang menyebabkan carry over.
Saat Operasi Normal
Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat boiler beroperasi normal sehingga timbulnya kerusakan dapat dicegah.
  • Level air pada drum
Ketinggian air dalam gelas penduga harus diperhatikan dan di pertahankan pada normal water level. Kondisi ini dapat dipertahankan dengan mengoperasikan “feed Water Regulating Control” yang bekerja secara Automatic untuk menambah air ke dalam boiler sesuai dengan kebutuhan.
Level air terlalu tinggi akan menyebabkan carry over. Apabila level air terlalu rendah akan menyebabkan over heating. Untuk itu agar level air tetap di jaga sesuai dengan yang telah di tentukan.
  • Tekanan uap
Memperhatikan tekanan operasi normal untuk menghindarkan variasi yang ekstrim pada tekanan. Pengurangan berlebihan atas tekanan uap akan menyebabkan besarnya volume uap yang dapat menaikkan beban dalam ruang uap pada drum, yang menyebabkan separator uap kurang berfungsi dan uap kemungkinan menjadi mengandung air (uap basah). Pengontrol tekanan bergantung kepada jumalah pemberian bahan bakar.
  • Beban
Guna pencapaian efisiensi ketel yang tinggi serta pemeliharaannya, maka perlu di kontrol agar beban boiler yang terjadi tidak melebihi kapasitas boiler seperti yang tercantum dalam spesifikasi design, maka itu perlu memperhatikan dan mengontrol disribusi pemakaian uap tersebut ke tiap peralatan atau mesin yang memakai uap.
  • Draft
Boiler dilengkapi dengan sistem balancing draft yaitu suatu alat regulator tekanan ruang dapur yang dapat bekerja secara automatic untuk memelihara tekanan ruang dapur relatif constant pada kisaran :
-5 s/d -10 mm H2O
  • Susunan gas asap
Masing masing campuran gas ketel berdasarkan warna api dan asap dan juga nilai meter gas. Periksa apakah ada bahan bakar yang terbakar di bawah roster dan teliti apakah masih ada roster yang tidak tertutup dengan bahan bakar. Keua kondisi dalam dapur ini harus absolute di hilangkan, karena roster akan menjadi terlalu panas dan rusak pada kondisi demikian.
  • Temperatur pada masing-masing posisi.
Selama operasi normal, temperatur pada masing-masing posisi berbeda besar sekali berdasarkan kondisi operasi dan temperatur atmosfer. (lihat gambar 5 – 4).
Temperatur masing-masing posisi dapat dilihat pada gambar 5 – 4. Temperatur yang terlalu tinggi pada gas pembuangan (exhaust gas) menyebabkan berkurangnya efisiensi boiler, maka pembersihan abu dengan semburan uap (soot blowing) harus dilakukan.
Apabila telah dilakukan soot blowing secara berulang-ulang, tetapi temperatur gas buang tetap tinggi, maka kemungkinan telah terjadi deposit kerak pada bagian dalam pipa air, atau kerusakan penyangga api dalam ruang pembakaran (short pass) sehingga perlu dilakukan pemeriksaan.
  • Limit dari air pengisi dan air ketel
Limit dari air pengisi dan air ketel untuk takuma harus berdasarkan nilai standart yang telah di tentukan. Nilai standart air pengisi dan air ketel dapat dilihat pada tabel nilai limit standart.
Sampling test harus dilakukan satu kali dalam satu jam untuk menjaga agar air pengisi dan air ketel tidak melebihi dari nilai limit (batas – batasa).
“jangan sekali-kali memakai air sebagai pengisi ketel uap sebelum melakukan proses yang telah di tetapkan sesuai tabel”.

Pengawasan Boiler pada saat Beroperasi

Pehatikan kondisi pembakaran di dalam ruang dapur, bahan bakar harus jatuh di tengah tengah rangka bakar dan menyebar merata.
Pada saat safety valve blow off, harus di catat pada tekanan berapa safety valve blow off fan pada tekanan berapa safety valve menutup.
Setiap 30 menit :
  • Mengoperasikan scrapper pembuang  abu dari dust collector.
  • Memeriksa bahan bakar di balance hopper.
  • Memeriksa air compressor
Setiap 45 menit:
  • Membersihkan dan membuang abu dari box dust collector.
  • Membersihkan dan membuang abu dari chute dust hopper. Setelah di bersihkan dust hopper harus di tutup kembali. Bila penutup damper kurang rapat akan terjadi pembakaran di dalam hopper yang akibatnya akan membakar secara langsung lower drum dan dapat mengakibatkan kerusakan pada hopper.
  • Amati jangan sampai ada bahan bakar yang terbakar di bawah fire grate (roster)
Setiap 1 jam :
  • Mencatat temperatur steam
  • Memeriksa mutu air boiler
  • Mengoperasikan steam grate blow
  • Memeriksa air pada feed water tank dan deaerator
  • Mencatat ampere meter dan voltage pada panel

Setiap 1 s/d 4 jam :
  • Melaksanakan soot blowing ( pembersihan pipa – pipa )
  • Membuang abu dari atas roster
  • Membuang abu dari bawah roster.
  • Memeriksa meteran – meteran pengukur tekanan & temperatur.
Setiap penggantian shift
Lakukan (Spul) air pada water level kolom dan water level gelas penduga untuk memastikan alat control level air bekerja dengan baik.

Setiap 24 jam :
Memeriksa bagian-bagian yang berputar dan bergerak, dan berikan minyak pelumas sesuai dengan spesifikasi minyak pelumas pada masing-masing kondisi tempat peralatan tersebut.

Boiler Berhenti Mendadak (Emergency Stop)

Mati Listrik
  • Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam pump.
  • Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)
  • Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan
  • Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas) pembuka damper ID fan.
  • Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke sistem by pass.
Apabila level air terus menerus jatuh :
  • Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada yang terbuka, terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum
  • Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air pengisi > 100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan kevacuman di dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun turunnya kapasitas pompa.
  • Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed water tank.
  • Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.
Akibat kekurangan air pada boiler.
Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan pemasukan bahan bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup kerangan uap utama dan kerangan supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah air yang masih ada dalam boiler.
Cari sebab – sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian – bagian peralatan seperti :
  • Indicator level air pada upper drum
  • Regulator level air pada drum
  • Meter air pengisi (water flow meter)
  • Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler
  • Level air dalam feed water tank
  • Pompa air pengisi (feed water pump)
  • Pemipaan air pengisi
Dan lain – lainnya yang mencurigakan.
Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat kembali. Apabila dasar level air pada boiler dalam batas – batas yang di izinkan, maka alihkan pengisian air dari automatis water regulating control ke sistem by pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan kembali sesuai dengan petunjuk pengoperasian.
Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak diketahui sampai dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara boiler full operation maka  boiler tidak boleh langsung di isi secara tiba –tiba. Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas yang berlebihan, dan apabila di isi secara tiba – tiba maka pipa – pipa pada drum yang dipasang dengan sistem expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan kebocoran pada expander dan pipa – pipa boiler tersebut berubah bentuk serta drum akan bergeser dari posisinya.
Hal – hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :
  • Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di dalam boiler.
  • Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower – blower dan double damper dust collector.
  • Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.
  • Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa pembakaran dikeluarkan.
  • Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang masuk ke ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler secara drastis dan juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan cepat.
  • Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar temperatur turun secara alamiah
  • Setelah temperatur boiler benar – benar dingin, air dalam boiler di kosongkan, handhole  dan manhole dibuka semua.
  • Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi perubahan pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke depnaker setempat untuk mendapat petunjuk.
  • Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test sebesar tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
  • Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran maka boiler dapat di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal, seijin depnaker setempat.

Perawatan (Maintenance) Boiler


Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya pengoperasian boiler  tersebut.
Setiap 1 s/d 2 minggu :
  • Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.
  • Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak pembakaran yang melekat di dinding.
  • Memeriksa rotor (impeller) blower  terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan abu yang melekat.
Setiap 1 s/d 3 bulan.
  • Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.
  • Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari scale (kerak).
  • Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak.
  • Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.
Di atas 1 tahun :
  • Periksa dan perawatan pada casing (dinding).
  • Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.
  • Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.
  • Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.
Setiap 2 tahun :
Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

Pengoperasian Turbine SHINKO

DEFINISI
Sebuah mesin yang di gerakan oleh uap bertekanan untuk mengerakan generator sehingga menghasilkan sehingga menghasil arus listik.

SEBELUM OPERASI
Check alat berikut perangkat pendukungnya,( pastikan dalam kondisi baik dan siap dioperasikan).
Periksa level oil pada tangki minyak .



PENGOPERASIAN MESIN
  1. Buka kran uap exhaust BPV (turbine). Pastikan saluran condensat BPV, By Pass Condensat, Turbine Condensat telah di buka dan semua air condensat telah di keluarkan sepenuhnya.
  2. Buka drain-drain turbine dan uap separator, buka valve keluar ( outlet valve ) air injector. valve ini hendaklah senantiasa dibuka sampai Turbine beroperasi.
  3. Hidupkan air dan pompa oli, buka valve  masuk dan valve keluar bagi oil cooler.
  4. Jalankan p0mpa minyak pelincir (L.O Pump) secara auto dengan memutarkan tombol suis kedudukan AUTO pada panel suis Turbine. Pastikan pressure minyak melebihi 0.3 kg/cm2.
  5. Buka Valve EXHAUST sepenuhnya.
  6. Resetkan ke semua Trip device dengan menekan butang reset dan dengan mengangkat kembali Hand Trip knob. Pastikan governor di setkan pada kelajuan yang minimum.
  7. Panaskan turbine, buka kran uap masuk 10 – 15 kg. buka sedikit inlet steam valve untuk memanaskan Turbine selama 15 menit.Jalankan Turbine pada kecepatan 100-200 RPM. Periksa Turbine, gearbox dan alternator apakah terdapat bunyi kuat atau getaran.
  8. Pastikan kesemua drain valve ditutup setelah kesemua air condensate dikeluarkan.
  9. Tripkan turbine dengan menggunakan Hand Trip Knob untuk memastikan governor tertutup dengan sekaligus.
  10. Jika sudah panas, kembali tutup valve uap masuk.
  11. Naikkan alat trip,
  12. Putar load limit posisi 4
  13. Tekan reset yang berwarna kuning
  14. Buka kran uap masuk turbine perlahan lahan sampai habis
  15. Jangan lupa putar load limit penuh atau 10
  16. Naikkan speed setting atau rpm turbine perlahan lahan sampai 1500 rpm
  17. Pastikan suhu bearing tidak melebihi 80° C.
  18. Tutup kran drain-drain di turbine dan separator
  19. Pastikan tidak ada kebocoran di mana-mana.
  20. Sinkronkan beban turbine sama genset
MENGHENTIKAN MESIN
  1. Kurangkan load turbine.
  2. Tutup steam inlet
  3. Apabila kelajuan turbin telah menurundan tekanan minyak kurang dari pada 0.45 – 0.50 kg/cm2.pastikan pump minyak oil (L.O pump) dijalankan secara auto untuk memastikan minyak oil selalu diberikan kepada bearing dan gear wheel.
  4. Setelah turbine berhenti total,tutup EXHAUST valve,dan buka kesmua drain valve untuk mengeluarkan steam condensate.
  5. Pastikan miyak oli (L.O Pump) dijalankan sekurang-kurangnya 10 menit setelah tuebine stop.ini adalah untuk menyejukkan suhu bearing turbine.
  6. Tutup valve air masuk dan valve air keluar untuk air cooler.
  7. Turunkan hand trip knob dan tekan butang emergency stop untuk memberhentikan turbine sepenuhnya.

Mill Palm Oil



Palm Oil Mill Adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch) menjadi Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

Selain memproduksi CPO, pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel Crushing Plant).   Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun, Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah : Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.

Untuk pabrik dengan kapasitas 30 ton FFB per hour diperlukan minimal 6000 ha kebun. Tanaman kelapa sawit biasanya dipanen setelah berumur + 3 tahun, buah dengan umur pohon dibawah 3 tahun unsur minyaknya sedikit dan biasanya disebut buah pasir. Pohon sawit diremajakan (regenerasi) biasanya umur + 25 tahun.

Pabrik kelapa sawit adalah primadona investasi di indonesia dan nilai eksportnya terbesar di dunia menggeser malaysia. Disamping iklim katulistiwa yang mendukung, lahan yang tersedia juga cukup luas. Teknologi pengolahannya tergolong cukup sederhana dan hampir tidak ada limbah yang terbuang. Sisa hasil Threser berupa janjangan kosong dapat dimanfaatkan utnuk pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di perkebunan. sisa pengolahan Pressing dan Kernel Station berupa Fiber dan Shell digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap pada Boiler, sedangkan limbah cair dari perebusan dan clarifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk land Aplication.

Proses-proses utama pengolahan Pabrik Kelapa Sawit adalah :
  1.     Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
  2.     Perebusan dan Sterilisasi (Sterilizer Station)
  3.     Pemisahan dan Penebah (Thresher Station)
  4.     Pengadukan dan pemerasan (Pressing Station)
  5.     Pemurnian Minyak (Clarification Station)
  6.     Pemisahan inti (Kernel Station)

Sedangkan untuk proses pendukung jalannya Pabrik adalah :
  1.     Penyediaan dan penjernian air (Water Treatment Plant)
  2.     Pemurnian air (Demineralization Plant)
  3.     Pembangkit tenaga uap (Boiler Station)
  4.     Pembangkit tenaga listrik (Power Station)
  5.     Pengolahan air limbah (Effluent Treatment Plant)

Diagram Alir Proses (Process Flow Diagram) Palm Oil Mill

Sebuah diagram alir proses (Process Flow Diagram (PFD)) adalah diagram yang umum digunakan dalam rekayasa untuk menunjukkan aliran umum proses pabrik dan peralatan. PFD menampilkan hubungan antara peralatan utama dari fasilitas pabrik dan tidak menunjukkan detail kecil seperti rincian pipa dan sebutan.

Proses ekstraksi Palm Oil dari Tandan Buah Segar (TBS) yang lebih dulu didirikan. Hal ini dilakukan dengan menggunakan luas teknik yang sama tetapi dengan satu dari tiga teknologi yang berbeda. Sebuah PFD dari proses ekstrasi kelapa sawit ditampilkan sebagai gambar di bawah ini.


Arus Proses Bagan memberikan representasi visual dari langkah-langkah dalam proses. Flow chart juga disebut sebagai Proses Pemetaan atau Flow Diagram. Membangun sebuah diagram alur sering salah satu kegiatan pertama dari upaya perbaikan proses, karena manfaat sebagai berikut:
  •      Memberikan semua pemahaman yang jelas tentang proses
  •      Membantu untuk mengidentifikasi operasi-non-nilai tambah
  •      Memfasilitasi kerja sama tim dan komunikasi
  •      Membuat semua orang pada halaman yang sama
Sebuah PFD ekstrasi kelapa sawit ditampilkan sebagai gambar di bawah ini.


Jembatan Timbang (WeightBridge)

 
1 ( satu ) Unit Jembatan Timbang yang disarankan adalah produk pabrik AVERY – UK jenis Loadcell type J 311 dengan bentuk pondasi ” pitless “. Ukuran paltform adalah 12 m X 3 m X 12 mm plat besi jenis ” chequered plate “atau polos. Kapasitas tidak kurang dari 40.000 kg sd 50.000 kg dengan ketelitian toleransi +/- 10kg. 4 ( empat ) Unit Loadcell jenis tahan air dari bahan stainless steel. Indicator dengan memori minimal 500 penimbangan per hari. Angka penimbangan 7 digital, tanggal 6 digit, jam masuk dan keluar 6 digit, Nomor/code kendaraan 8 digit, Nomor material 8 digit, Nomor konsumen 8 digit, Nomor Seri:3 digit. Alpha numeric keyboard dan dapat membuat laporan harian berdasarkan No Serial, No Kendaraan, No Material dan No Konsumen. Printer yang digunakan adalah dot matriks atau sejenisnya.

Back up power dengan lnternal rechargeable battery atau UPS 1 KVA. 1 ( satu ) unit personal computer melengkapi supply dari pada system timbangan ini, persedian “carbonless ticket ” 4 ( empat ) salinan sebanyak 5.000 ticket dengan nomor seri, kertas dan bentuk lay out dari pada ticket harus disetujui oleh Engineer.

Jembatan Timbang ini harus dilengkapi dengan sistem penangkal petir sebagai pengaman. Pengurusan kalibrasi dan izin pemakaian dari Dinas Meteorologi setempat harus ditakukan oleh Penawar.

Penawar harus menyertakan surat jaminan pelayanan purna jual ( after sales service ) jasa dan suku cadang dari supplierf agen selama ilrasa pemeliharaan selama 52 minggu setelah berita acara serah terima pelaksanaan dibuat.

Unit Penimbunan TBS (Bunch Loading Ramp)

Unit Penimbunan Tandan Buah Segar (bunch loading ramp) yang berkapasitas sekitar 180 ton/TBS. Pada Unit Penimbunan Tandan (bunch loading ramp) tersedianya pelataran untuk kendaraan truck, trailer pada saat proses penerimaan atau bongkar muatan TBS ke Penimbun Tandan. Ukuran pelataran (apron loading ramp) tidak kurang dari 45.000 x 30.000 mm terdiri dari atas 18 by/hopper, tebal lantai beton pelataran apron adalah 200 mm ( detail spesifikasi sipil diterangkan pada pekerjaan sipil). 18 bay/hopper/pintu Penimbunan Tandan yang berkapasitas tidak kurang dari 10 ton/TBS, sehingga total kapasitas Loading Ramp tidak kurang dari 180 ton atau setara dengan proses pengolahan 4 jam. Lantai bay/hopper dengan kemiringan 27 denjat terhadap bidang datar. Pada bagian sisi atas ( arah masuk TBS ) dari bahan plat MS tebal 6 mm yang diperkuat dengan besi siku 65 rrm x 55 mm, dilaskan diatas gelagar besi IWF 250 mm X 125 mm. Dan plate lantai atas akan dibuat menutupi cansteen beton bibir lantai plafform pelataran lgading ramp dengan ms Plate 8 mm. Tiang utama dari pada penimbunan tandan adalah bahan besi profil IWF 250 mm X 125 mm dipasang dibarisan tengah dan ujung pengeluaran TBS. Masing-masing kamar ( hopper ) dilengkapi dengan pintu yang digerakkan oleh Hydraulik dalam posisi dijalankan vertical. Pintu-pintu “hoppet” loading ramp dijalankan/digbrakkan dengan menggunakan system hydraulik dengan kapasitas tidak kurang dari 75 liter dan dengan pompa hydraulik tidak kurang 7,5kw ( 10 hp ). Masing-masing pintu digerakkan naik turun atau buka tutup dengan cylinder hydraulik jenis “double acting ” melalui control valve dengan operasi yang mudah. Pintu jenis vertical naik turun yang digunakan harus dirancang sederrikian rupa sehingga operasinya sangat mudah dan dilengkapi dengan guide roller kiri dan kanan tiang.

Bahan plat yang dipakai untuk pintu ini adalah tebal 6 mm dan sebagai rangka pintu dengan besi UNP 75. Detail design/gambar harus mendapat persetujuan Engineer. Untuk loading ramp ” power pack ” hydraulik yarrg digunakan mengikuti spesifikasi sebagai berikut:

a. Kapasitas tangki hydraulik tidak kurang 75 hter, terbuat dari plat MS tebal tidak kurang 5mm.
b. 7,5 kw ( L0 hp ), 4 pole,380 volt, 3 phase, 50 Hz jenis motor ” flanged vertical” yang digunakan untuk penggerak pompa hydraulik.
c. Pompa hydraulik jenis ” Vane Pr-p ” dengan kapasitas 2S l;iter/ menit dan tekananoperasi maximum 175bat.
d. Katup pengaman yang dapat distel/di adjust, tekanan manifold, penunjuk tekanan jenis ” glycerine filled ” dan isolasi yang baik.
e. Saringan untuk aliran kembali dengan 10 microru saringan 125 micron dan saringan 15 micronuntuk buangan.
f. Panel listrik untuk operasi, Operasi katup kontrol minimal untuk dua pintu bersamaan buka/tutup.

Cylinder hydraulik yang digunakan dapat memenuhi spesifikasi sebagai berikut:

a. Cylinder hydraulik yang digunakan adalah jenis ” tie rod heavy duty cylinders” dengan tekanan operasi maksimum 210 bar.
b. Tabung cylinder minimum diameter 63 mm, dengan ketebalan minimum 6,25 mm dan kehalusanpermukaan adalah 010 micron.
c. Panjang langkah cylinder adalah 910 – 920 mm, double acting.
d. Diameter piston rod cylinder tidak kurang dafl44 mm dengan jenis ” hard crome “, kehalusan permukaan 0,25 – O40 micron.
e. Hydraulik seal kit yang dipakai jenis ” double back up rings ” yang kuat dan friksi yang rendah.
f. Dudukan ” both ends ” yangdapat distel/diadjust.
g. Ukuran yang disarankan adalah NPFA standars.

Penawar dapat mengajukan penawaran sistem hydraulik ini buatan ” Vickers atau Rexroth “.