Senin, 11 Agustus 2014

Boiler Berhenti Mendadak (Emergency Stop)

Mati Listrik
  • Alihkan secepatnya sistem pengisian air umpan dari electric pump ke steam pump.
  • Tutup penuh kerangan main steam (kerangan induk)
  • Buka semua pintu dapur dan pintu abu bagian depan
  • Buka damper ID Fan 100% secara normal, dengan jalan menarik Arm (tuas) pembuka damper ID fan.
  • Alihkan pengisian air umpan dari system automatic water regulating control ke sistem by pass.
Apabila level air terus menerus jatuh :
  • Pemeriksa semua kerangan buangan condesate dan blow down apakah ada yang terbuka, terutama kerangan blow down dari header dan dari lower drum
  • Jaga agar temperatur air pengisi boiler tidak lebih dari 100oC. Temperatur air pengisi > 100oC, air sudah bercampur dengan uap, sehingga dapat menyebabkan kevacuman di dalam pompa dan dapat mengakibatkan kerusakan pada pompa maupun turunnya kapasitas pompa.
  • Periksa kondisi air dalam feed water tank dan peralatan pendukung pada feed water tank.
  • Periksa kondisi pompa pengisi air boiler yang di gunakan.
Akibat kekurangan air pada boiler.
Jika ternyata level air gelas penduga di bawah batas terendah, segera hentikan pemasukan bahan bakar (matikan rotary feeder), matikan seluruh blower, tutup kerangan uap utama dan kerangan supplay uap lainnya untuk memelihara jumlah air yang masih ada dalam boiler.
Cari sebab – sebabnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian – bagian peralatan seperti :
  • Indicator level air pada upper drum
  • Regulator level air pada drum
  • Meter air pengisi (water flow meter)
  • Tekanan pada inlet dan outlet pompa air pengisi boiler
  • Level air dalam feed water tank
  • Pompa air pengisi (feed water pump)
  • Pemipaan air pengisi
Dan lain – lainnya yang mencurigakan.
Apabila telah di dapatkan penyebabnya, dasar level air harus didapat kembali. Apabila dasar level air pada boiler dalam batas – batas yang di izinkan, maka alihkan pengisian air dari automatis water regulating control ke sistem by pass. Selanjutnya boiler dapat dioperasikan kembali sesuai dengan petunjuk pengoperasian.
Apabila air dalam gelas penduga kondisi kosong sama sekali, sehingga tidak diketahui sampai dimana titik terendah kondisi air didalam boiler, sementara boiler full operation maka  boiler tidak boleh langsung di isi secara tiba –tiba. Sebab bila pipa dalam drum telah memperoleh panas yang berlebihan, dan apabila di isi secara tiba – tiba maka pipa – pipa pada drum yang dipasang dengan sistem expander (pengerolan) akan terjadi penyusutan yang dapat mengakibatkan kebocoran pada expander dan pipa – pipa boiler tersebut berubah bentuk serta drum akan bergeser dari posisinya.
Hal – hal yang harus kita lakukan pada kondisi sepeti ini :
  • Menutup semua kerangan supply uap untuk menjaga jumlah air yang ada di dalam boiler.
  • Hentikan supplay bahan bakar, matikan blower – blower dan double damper dust collector.
  • Tutup penuh semua damper pada ID Fan, FD Fan dan Secondary FD Fan.
  • Secepatnya pembakaran di dalam ruang dapur di matikan dan semua sisa pembakaran dikeluarkan.
  • Seluruh pintu dapur di tutup dengan rapat agar jangan ada udara luar yang masuk ke ruang dapur pembakaran yang dapat menurunkan temperatur boiler secara drastis dan juga mengakibatkan penyusutan air di dalam boiler dengan cepat.
  • Perlakukan boiler dengan kondisi tersebut di atas selama +- 3 hari agar temperatur turun secara alamiah
  • Setelah temperatur boiler benar – benar dingin, air dalam boiler di kosongkan, handhole  dan manhole dibuka semua.
  • Periksa seluruh pengerolan (expanding) pada pipa (water tube), apakah terjadi perubahan pengerolan (expanding) dari pipa atau water tube, dan laporkan ke depnaker setempat untuk mendapat petunjuk.
  • Bila tidak terdapat perubahan pastikan dengan melakukan hydrostatic test sebesar tekanan kerja +- 3 kg/cm2 (P + 3 kg/cm2), seijin depnaker.
  • Bila terjadi kebocoran maka laksanakan pengerolan (expanding) sesuai dengan prosedur yang berlaku dan bila dilaksanakan hydrotest tidak terdapat kebocoran maka boiler dapat di operasikan kembali dengan mengadakan pemanasan awal, seijin depnaker setempat.

Perawatan (Maintenance) Boiler


Perawatan yang baik pada boiler dapat menjamin umur teknis dan umur ekonomis yang relatif panjang. Dibawah ini di jelaskan cara-cara perawatan boiler, bila mana dilakukan lebih sering lebih menjamin amannya pengoperasian boiler  tersebut.
Setiap 1 s/d 2 minggu :
  • Memeriksa dan membersihkan strainer (saringan), air maupun steam.
  • Memerika dan membersihkan pipa dan dinding batu api dari semua abu dan kerak pembakaran yang melekat di dinding.
  • Memeriksa rotor (impeller) blower  terutama impeller blower ID Fan atas kemungkinan abu yang melekat.
Setiap 1 s/d 3 bulan.
  • Memeriksa dan membersihkan bagian luar dan dalam boiler.
  • Membersihkan bagian dalam semua water tube (pipa) dan semua header serta drum dari scale (kerak).
  • Memeriksa roster dan menggantinya jika ada yang patah/rusak.
  • Membersihkan semuam abu dari dalam chimney.
Di atas 1 tahun :
  • Periksa dan perawatan pada casing (dinding).
  • Periksa dan perawatan pada gas duct dan dust collector.
  • Periksa dan perawatan pada collector, peralatan dan instrument.
  • Periksa dan perawatan pada kerangan, cock dan piping.
Setiap 2 tahun :
Setiap 2 tahun di lakukan pemeriksaan berkala yang disaksikan oleh depnaker setempat.

Pengoperasian Turbine SHINKO

DEFINISI
Sebuah mesin yang di gerakan oleh uap bertekanan untuk mengerakan generator sehingga menghasilkan sehingga menghasil arus listik.

SEBELUM OPERASI
Check alat berikut perangkat pendukungnya,( pastikan dalam kondisi baik dan siap dioperasikan).
Periksa level oil pada tangki minyak .



PENGOPERASIAN MESIN
  1. Buka kran uap exhaust BPV (turbine). Pastikan saluran condensat BPV, By Pass Condensat, Turbine Condensat telah di buka dan semua air condensat telah di keluarkan sepenuhnya.
  2. Buka drain-drain turbine dan uap separator, buka valve keluar ( outlet valve ) air injector. valve ini hendaklah senantiasa dibuka sampai Turbine beroperasi.
  3. Hidupkan air dan pompa oli, buka valve  masuk dan valve keluar bagi oil cooler.
  4. Jalankan p0mpa minyak pelincir (L.O Pump) secara auto dengan memutarkan tombol suis kedudukan AUTO pada panel suis Turbine. Pastikan pressure minyak melebihi 0.3 kg/cm2.
  5. Buka Valve EXHAUST sepenuhnya.
  6. Resetkan ke semua Trip device dengan menekan butang reset dan dengan mengangkat kembali Hand Trip knob. Pastikan governor di setkan pada kelajuan yang minimum.
  7. Panaskan turbine, buka kran uap masuk 10 – 15 kg. buka sedikit inlet steam valve untuk memanaskan Turbine selama 15 menit.Jalankan Turbine pada kecepatan 100-200 RPM. Periksa Turbine, gearbox dan alternator apakah terdapat bunyi kuat atau getaran.
  8. Pastikan kesemua drain valve ditutup setelah kesemua air condensate dikeluarkan.
  9. Tripkan turbine dengan menggunakan Hand Trip Knob untuk memastikan governor tertutup dengan sekaligus.
  10. Jika sudah panas, kembali tutup valve uap masuk.
  11. Naikkan alat trip,
  12. Putar load limit posisi 4
  13. Tekan reset yang berwarna kuning
  14. Buka kran uap masuk turbine perlahan lahan sampai habis
  15. Jangan lupa putar load limit penuh atau 10
  16. Naikkan speed setting atau rpm turbine perlahan lahan sampai 1500 rpm
  17. Pastikan suhu bearing tidak melebihi 80° C.
  18. Tutup kran drain-drain di turbine dan separator
  19. Pastikan tidak ada kebocoran di mana-mana.
  20. Sinkronkan beban turbine sama genset
MENGHENTIKAN MESIN
  1. Kurangkan load turbine.
  2. Tutup steam inlet
  3. Apabila kelajuan turbin telah menurundan tekanan minyak kurang dari pada 0.45 – 0.50 kg/cm2.pastikan pump minyak oil (L.O pump) dijalankan secara auto untuk memastikan minyak oil selalu diberikan kepada bearing dan gear wheel.
  4. Setelah turbine berhenti total,tutup EXHAUST valve,dan buka kesmua drain valve untuk mengeluarkan steam condensate.
  5. Pastikan miyak oli (L.O Pump) dijalankan sekurang-kurangnya 10 menit setelah tuebine stop.ini adalah untuk menyejukkan suhu bearing turbine.
  6. Tutup valve air masuk dan valve air keluar untuk air cooler.
  7. Turunkan hand trip knob dan tekan butang emergency stop untuk memberhentikan turbine sepenuhnya.

Mill Palm Oil



Palm Oil Mill Adalah pabrik yang mengolah tandan buah segar (Fresh Fruit Bunch) menjadi Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil).

Selain memproduksi CPO, pabrik ini juga menghasilkan biji kelapa berupa inti (Kernel) untuk di proses menjadi minyak kernel (Palm Kernel Oil) pada pabrik pengolahan yang berbeda (Kernel Crushing Plant).   Produk jadi dari CPO adalah : Mentega, Minyak Goreng, Sabun, Industri Farmasi (Vitamin A), Pelumas (pembuatan lembaran baja), Lilin, dan lain sebagainya. Sedangkan Minyak inti sawit sebagai bahan baku, produk jadinya adalah : Sabun, Minyak Goreng, Kosmetik, dll.

Untuk pabrik dengan kapasitas 30 ton FFB per hour diperlukan minimal 6000 ha kebun. Tanaman kelapa sawit biasanya dipanen setelah berumur + 3 tahun, buah dengan umur pohon dibawah 3 tahun unsur minyaknya sedikit dan biasanya disebut buah pasir. Pohon sawit diremajakan (regenerasi) biasanya umur + 25 tahun.

Pabrik kelapa sawit adalah primadona investasi di indonesia dan nilai eksportnya terbesar di dunia menggeser malaysia. Disamping iklim katulistiwa yang mendukung, lahan yang tersedia juga cukup luas. Teknologi pengolahannya tergolong cukup sederhana dan hampir tidak ada limbah yang terbuang. Sisa hasil Threser berupa janjangan kosong dapat dimanfaatkan utnuk pupuk kompos sebagai penyubur tanaman di perkebunan. sisa pengolahan Pressing dan Kernel Station berupa Fiber dan Shell digunakan sebagai bahan bakar pembangkit tenaga uap pada Boiler, sedangkan limbah cair dari perebusan dan clarifikasi juga bisa dimanfaatkan untuk land Aplication.

Proses-proses utama pengolahan Pabrik Kelapa Sawit adalah :
  1.     Penerimaan Buah (Fruit Reception Station)
  2.     Perebusan dan Sterilisasi (Sterilizer Station)
  3.     Pemisahan dan Penebah (Thresher Station)
  4.     Pengadukan dan pemerasan (Pressing Station)
  5.     Pemurnian Minyak (Clarification Station)
  6.     Pemisahan inti (Kernel Station)

Sedangkan untuk proses pendukung jalannya Pabrik adalah :
  1.     Penyediaan dan penjernian air (Water Treatment Plant)
  2.     Pemurnian air (Demineralization Plant)
  3.     Pembangkit tenaga uap (Boiler Station)
  4.     Pembangkit tenaga listrik (Power Station)
  5.     Pengolahan air limbah (Effluent Treatment Plant)