Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Agustus 2014

Mark Zuckerberg Threatens Facebook Officer with Sword


Mark Zuckerberg is brilliant, but beyond that he was still emotional. Zuck often dismiss employees if the work is not done, even threatening them with the sword as a form of motivation.

That claim is stated by former Facebook employee, Noah Kagan in his book entitled "How I Lost 170 million dollars'. Kagan is also the feeling never fired Zuckerberg in 2006, only eight months after working there.

Kagan recounts that once, Zuck sometimes a walk in the office while carrying a samurai sword. He will pretend to threaten employees with a sword attack it if they work poorly.

"He would go around and pretend to stab you, joking if there is damage to the website, then he will cut off your head," wrote Kagan are quoted from dailymail, Wednesday (13/08/2014).

"Keep in mind that the nerd is the new teen 23 years old, he was in control of the fastest growing websites on the internet. He still immature at the time," Kagan added.

Not just like carrying a samurai to threaten employees, Zuckerberg sometimes emotions explode. Once upon a time he poured water into the computer of a Facebook employee as deemed incompetent.

Because fired, Kagan who was the 30th employee of Facebook, the allotment of shares lost 0.1%. While it seems small, but so the high value of Facebook, that small stocks are estimated to be worth up to USD 100 million today.

But after leaving Facebook, Kagan is not necessarily hopeless. He was pretty successful in making a website called AppSumo discount. "I'm happy with my being present and all the experience that I got from Facebook," he concluded.

Sabtu, 09 Agustus 2014

Tiru Google, Yahoo Enkripsi Email


Jakarta - Para aktivis pejuang hak privasi tampaknya akan semakin senang. Setelah sebelumnya Google mengenkripsi email, kini Yahoo mengikuti melakukan langkah yang sama.

Seperti Google, Yahoo pun akan menyediakan fitur ini dalam waktu dekat. Menjadi bagian dari PGP atau Pretty Good Privacy, enkripsi email tidak bersifat default, melainkan pengguna bisa memilih untuk menggunakannya atau tidak.

"PGP memang bukan 'obat' untuk semua isu privasi. Ini hanya memproteksi konten sebenarnya dari sebuah pesan, bukan tujuan atau subjek email misalnya," ujar Alex Stamos, CISO Yahoo seperti dikutip dari Wall Street Journal, Sabtu (9/8/2014).

Yahoo pertama kali berjanji akan mengenkripsi semua layanannya pada November 2013. Janji ini dikemukakannya menyusul ramai-ramai isu kebocoran Snowden. Selanjutnya April tahun ini, Yahoo mengatakan akan mengenkripsi trafik di antara data center dan layanan messengernya.

Sementara itu, Google baru-baru ini mengumumkan akan menawarkan enkripsi email. Bukan tanpa sebab, Google berupaya meredam tudingan sebagai kepanjangan NSA.

Beberapa waktu lalu, raksasa internet ini memang menuai protes dari orang-orang yang sangat peduli dengan keamanan privasi. Google kala itu memiliki aturan bahwa pihaknya punya keleluasaam membaca email para pengguna Gmail.

Source: detik.com

12 Tersangka Dibekuk Terkait Judi Online di Samarinda



Samarinda - Polresta Samarinda membongkar aktivitas perjudian online dan membekuk 12 orang diduga pelaku perjudian. Dua belas orang telah ditetapkan sebagai tersangka dari perjudian yang diduga beromzet hingga Rp 1,2 miliar per bulan itu.

Keterangan diperoleh detikcom, judi online itu berkedok warnet yang berlokasi di lantai 2 bangunan mini market berjaringan nasional di Jl Siradj Salman, Samarinda. Di lantai 2, telah tersedia 11 kamar permainan yang digunakan untuk berjudi dengan 2 server.

Empat belas orang yang diamankan terkait judi online ini. Para tersangka menjalani pemeriksaan intensif penyidik sejak Jumat (8/8) kemarin hingga dinihari tadi.

"12 Orang (hari ini) telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan perjudian online," kata Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014).

Wisnu menerangkan, perjudian dilakukan dengan cara penukaran koin. Pemain yang datang ke lokasi, meminta nomor rekening tabungan bandar untuk mentransfer sejumlah uang, mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Setelah mentransfer, pemain mendapatkan koin dan password untuk bermain judi poker.

"Kalau pemain menang, maka uang kemenangan ditransfer langsung ke rekening pemain. Sebaliknya, kalau kalah, koin habis maka pemain mentransfer kembali uang ke bandar supaya dapat koin dan bisa bermain lagi," ujar Wisnu.

Level permainan pun bergantung dari jumlah koin yang disetorkan pemain dan uang yang dimiliki pemain dengan deposit mencapai ratusan juta rupiah. Diduga kuat, aktivitas perjudian online itu beromzet hingga Rp 1,2 miliar per bulan.

Perjudian tersebut juga ditengarai melibatkan pelaku di luar Samarinda, seorang bandar di Jakarta dan server yang berada di Singapura. Sebab, saat digerebek, koneksi langsung diputus dari server yang berada di luar lokasi judi. Dikonfirmasi hal itu, Wisnu belum bisa memastikan mengingat pengembangan kasus masih dilakukan Satreskrim Polresta Samarinda.

"Terkait omzet (Rp 1,2 miliar per bulan), masih kita telusuri. Demikian juga server utama di Singapura, juga masih diselidiki. Yang jelas, uang tunai kita disita sebagai barang bukti," terangnya.

Dari kasus itu, barang bukti yang diamankan berupa 13 unit LCD, 14 kartu ATM, amplop berisi tagihan, uang tunai Rp 11.761.000, 15 unit CPU, mikrotik RB, switch hub TP, 2 unit server database, setoran billing periode Juli-Agustus 2014 hingga 108 lembar rincian penjualan koin dari pengelola ke pemain.

"Tersangka ditahan dan dikenakan pasal 303 KUHP tentang perjudian," tutup Wisnu.

Diberitakan sebelumnya, menyusul laporan masyarakat terkait aktivitas judi poker online di lantai 2 bangunan mini market berjaringan nasional di Jl Siradj Salman, Polresta Samarinda menggerebek lokasi tersebut, Jumat (8/8/2014) siang kemarin, setelah menjadi intaian Satuan Intelkam Polresta Samarinda, dalam satu bulan terakhir ini. Belasan orang di lokasi digelandang ke Mapolresta Samarinda beserta barang bukti. Diduga omzet per hari mencapai Rp 40 juta.

Source: detik.com

Raffi Ahmad dan Nagita Slavina Kebut Persiapan Pernikahan


Jakarta - Raffi Ahmad selama ini terkesan tidak ingin mengumbar persiapan pernikahannya dengan Nagita. Namun berbeda saat ditemui usai mengisi acara musik di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/8/2014). Anak pertama dari tiga bersaudara itu mulai buka suara soal rencana bahagianya.

Bukan tidak ingin ikut campur dalam persiapan pernikahannya sendiri, Raffi mengaku dirinya sudah mempercayakan sang calon istri untuk mengurusnya.

"Baju (pernikahan) mah ada beberapa sih, tapi yang ngurusin semuanya Gigi aku terima beres saja," katanya seraya tersenyum.

Ia pun mengatakan bahwa persiapan pernikahannya harus dikebut lantaran hingga saat ini belum mencapai 50 persen.

"Persiapannya 50 persen saja belum, kita ngebutlah. Akadnya di Bandung atau di Jakarta saja belum tahu. Nyari hari baik juga," urainya lagi.
 
Source: detik.com

Agung Terancam Dipecat dari Waketum Golkar


Jakarta - Agung Laksono yang mendesak Munas Golkar dilaksanakan tahun 2014 terancam didepak dari kursi Waketum Golkar. Tim Sukses Agung melihat ada upaya politis DPP Golkar menghadang caketum Golkar itu.

"Penempatan Pak Agung sebagai Waketum itu ditetapkan oleh Munas. Yang menetapkan itu kan formatur bukan penunjukan langsung dari Ketua Umum," kata elite Golkar yang masuk Timses Agung Laksono di Munas, Indra J Piliang, kepada detikcom, Sabtu (9/8/2014).

Menurut Indra, seharusnya DPP menghormati keputusan Munas tersebut. Karena tidak ada pelanggaran fatal tentu tak ada alasan memecat Agung, kecuali memang ada alasan politik.

"Sebagai anggota tim pemenangan Pak Agung Laksono saya menilai apa yang diniatkan DPP ini sudah permainan politik. Ini sudah di luar masalah hukum lagi," kata Indra.

Indra menduga ada upaya menghadap kekuatan Agung yang juga Ketua Kosgoro di Munas Golkar. "Jangan-jangan ini justru muncul dari pesaing-pesaing Pak Agung yang lain. Ini bukan kepentingan partai tapi kepentingan orang yang ingin jadi ketua umum," tegasnya.

Source: detik.com

Jumat, 08 Agustus 2014

iPhone 6 bakal Ngacir dengan Prosesor 2 GHz



Jakarta - Jeroan iPhone 6 mulai terungkap. Sebelumnya dikatakan calon ponsel terbaru Apple itu bakal dibekali prosesor A8. Kini kecepatan yang diusungnya juga mulai terbongkar yang ternyata berselisih cukup signifikan dibanding pendahulunya, yakni 2 GHz.

Kecepatan itu pun disebut bakal menawarkan performa yang jauh lebih baik, terutama di sektor grafis. Selain itu tentunya juga meningkatkan respon waktu yang semakin cepat saat membuka aplikasi, terutama bila dibandingkan dengan iPhone 5S yang hanya mengandalkan prosesor Apple A7 berkecepatan 1,3 GHz.

seperti dilansir Trusted Reviews, Jumat (8/8/2014), Informasi terbaru juga menyebut kerjasama Apple dengan Beats memungkinkan improvisasi di sektor audio. Dikatakan konektor lightning juga akan bisa digunakan secara khusus untuk menancapkan sebuah headphone Beats yang memang disiapkan untuk iPhone 6.

Tak sabar dengan kehadirannya? Kabar terbaru mengenai hari pengumuman smartphone terbaru Apple tersebut juga sudah mulai beredar. Raksasa asal Cupertino disebut mematok sebuah acara untuk media pada tanggal 9 September.

Tanggal tersebut datang dari bisikan orang dalam kepada media Recode. Media ini hampir selalu memiliki informasi yang akurat tentang peluncuran Apple dan gosip lainnya. iPhone terbaru kabarnya terdiri dari dua model yang berukuran 4,7 inch dan 5,5 inch.

Source: detik.com

Dari Mimpi Paman hingga Firasat Sang Ayah



Banda Aceh - Dua hari lalu, Wenni (14) kembali bertemu dengan orangtuanya setelah berpisah selama 10 tahun. Ada beragam proses sebelum bocah perempuan itu ditemukan. Dari mimpi paman dan kegelisahan sang ayah hingga 'investigasi'.

Sebulan sebelum Wenni bertemu dengan kedua orang tuanya Septi Rangkuti (52) dan Jamaliah (42), pamannya bernama Zainnuddin pernah bermimpi bertemu dengan seorang bocah yang baru pulang sekolah. Dalam mimpinya, rambut anak itu jatuh ke pangkuannya sehingga ia terbangun dari tidur.

Zainuddin yang berasal dari Blang Pidie Aceh Barat Daya ini penasaran dengan isi mimpinya dan semakin yakin keponakannya yang hilang saat tsunami masih hidup. Berselang beberapa hari kemudian, Zainuddin singgah di sebuah kios untuk mengisi pulsa.

"Saat itulah dia melihat anak kecil pulang sekolah sambil membawa rapor," kata ibu kandung Wenni, Jamaliah, di Banda Aceh, Jumat (8/8/2014).

Rasa penasaran Zainuddin semakin menjadi-jadi karena wajah anak itu sangat mirip dengan ibu dan ayahnya yang selamat dari tsunami. Ia kemudian menanyakan tentang sosok gadis tersebut pada penjual pulsa. Dari penjual pulsa inilah diketahui bahwa anak tersebut merupakan yatim piatu tsunami.

Setelah itu, Zainuddin mulai rajin menyelidiki tentang bocah itu. Walhasil, ia mengetahui namanya Wenni dan tinggal bersama seorang nenek.

"Dia sangat terkejut saat melihat Wenni dan kemudian dia telepon kami agar segera ke Meulaboh untuk melihat anak tersebut," cerita Jamaliah.

Berdasarkan informasi itulah, pada Rabu (6/8/2014) Jamaliah bersama suaminya Septi Rangkuti berangkat ke Aceh Barat untuk melihat langsung bocah tersebut. Ia sangat yakin bahwa Wenni adalah anaknya yang hilang 10 tahun lalu saat tsunami menyapu Aceh.

"Sekarang kami sudah bertemu kembali," ungkapnya.

Jamaliah menambahkan, bukan hanya Zainuddin yang mempunyai firasat bahwa Wenni masih hidup, tapi juga suaminya. Sebulan sebelum bertemu kembali dengan buah hatinya, ayah Wenni, Septi Rangkuti, sering gelisah. Ia terus berdoa dan berharap dapat berkumpul kembali dengan anaknya.

Bahkan, dalam sebulan itu Septi menjadi tidak semangat bekerja. Saat siang hari, ia sering pulang ke rumah karena teringat anaknya yang hilang saat tsunami menerjang Aceh.

"Ayahnya tidak semangat kerja karena punya firasat bahwa Wenni masih selamat," kata Jamaliah.

Menurut Jamaliah, wajah Wenni dengan dirinya mempunyai kemiripan. Hanya saja saat lahir Wenni berkulit putih tapi sekarang sudah hitam.

"Wajah dia tidak berubah. Kami sangat bersyukur karena Allah sudah mempertemukan kami kembali," ungkap Jamaliah.

Source: detik.com

Kisah Sedih Chacha vs Kisah bahagia Bunda Riyanti



Jakarta - Marshanda beberapa hari yang lalu mengumbar kisah-kisah sedihnya sejak berusia 3 tahun. Berbanding terbalik dengan Chacha, sang ibu, Riyanti Sofyan justru menceritakan masa-masa indah ketika hidup bersama.

Chacha, melalui pengacaranya OC Kaligis mengaku sejak dulu dirinya seperti kehilangan kasih sayang dari sang ibunda. Bahkan, beberapa perilaku 'menyimpang' Chacha diakuinya sebagai wujud kemerdekaannya.

Seperti ketika ia mengunggah video di Youtube. Dalam video itu, ia tampak marah-marah, mengumpat teman-teman masa kecilnya.

Berbeda ketika mendengar klarifikasi dari sang ibunda. Riyanti mengungkapkan masa-masa bahagia ketika mereka masih 'akur'.

"Kita punya masa kecil bahagia, main ke Puncak sama-sama. Mama sering antar Chacha pergi ke sekolah dari kecil. Saat adik-adik lahir, saat weekend kita biasa jalan, sahur sama-sama, Lebaran. Banyak masa bahagia di situ," kisahnya saat ditemui di kediamannya, Jalan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/8/2014).

Riyanti juga mengungkapkan beberapa kalimat sebelum mengakhiri jumpa pers tersebut. Ia berharap sang anak bisa mengerti bahwa semua yang dilakukannya semata-mata untuk kebaikannya.

"Saya ingin sampaikan pada Chacha, mungkin Mama bukan ibu yang sempurna. Mungkin ada kesalahpahaman pada sikap Mama terhadap Chacha, tapi nggak gampang jadi seorang ibu. Chacha juga seorang ibu, Chacha tahu, selalu ada perubahan saat menjadi ibu. Awalnya, Chacha nggak pernah masak, belanja supermarket. Tapi setelah menikah, Chacha bisa masak, belanja ke supermarket," tuturnya sambil menangis.

"Nggak ada ibu yang mau melakukan hal buruk pada anaknya. Meski pada akhirnya, anak-anak punya penilaian sendiri. Tugas orangtua adalah mendidik anak sampai remaja," tutupnya.
Source: detik.com

Ahok mencabut BBM Bersubsidi




Jakarta -Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan dia ingin mencabut bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di ibu kota. Menurutnya, subsidi BBM akan mempersulit kerja pemerintahan baru.

Ahok sendiri mengemukakan bakal menghapus BBM bersubsidi di Jakarta. Kebijakan tersebut rencananya akan berlaku awal tahun depan.

“Saya enggak tahu apakah bisa mengurangi kemacetan apa tidak. Tapi yang jelas saya yakin sekarang ini kondisinya sudah sangat darurat. Subsidi akan mempersulit pemerintah pusat yang baru nantinya,” kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

Menurut Ahok, pemerintah harus menganggarkan dana ratusan triliun rupiah setiap tahunnya untuk subsidi BBM. "Bahkan realisasinya bisa sampai Rp 500 triliun,” tegasnya.

Namun untuk mengurangi kemacetan, lanjut Ahok, menghapus BBM bersubsidi saja tidak cukup. Harus ada transportasi publik yang memadai sehingga masyarakat bisa beralih dari kendaraan pribadi.

“Seperti di Australia, misalnya, pakai bus tingkat. Makanya kami ingin menyediakan bus umum dengan headway tiap 10 menit. Sehingga orang-orang nantinya bisa menyesuaikan diri dan ubah kebiasaannya. Karena BBM mahal, mau tidak mau mereka harus naik transportasi umum yang disediakan,” jelas istri Veronica Tan itu.

Namun jika pemerintah tidak menyediakan alternatif transportasi, maka kemacetan tidak akan bisa berkurang. “Kita tidak bisa melarang orang untuk beli mobil. Jadi silakan beli mobil dan bayar pajak, saya tidak peduli. Tapi ingat kami akan batasi Anda menggunakan mobil, misalnya dengan menerapkan ERP dan menghapus BBM subdidi,” terangnya.

Source: detik.com

Hakim Semprot Saksi Prabowo-Hatta di MK...



Jakarta - Kuasa hukum Prabowo-Hatta menyodorkan saksi dalam sidang lanjutan di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun hakim sempat kesal karena ketidakyakinan saksi memberikan jawaban.

Saksi dimaksud adalah Purwanto yang merupakan saksi tim Prabowo-Hatta saat rekapitulasi di KPU Kabupaten Sidorajo. Ia mempermasalahkan jumlah DPKTb atau pemilih yang menggunakan KTP terlalu besar di satu TPS.

Hakim kesal lantaran Purwanto tak bisa menjawab apakah persoalan jumlah DPT 260 pemilih dengan DPKTb 130 pemilih itu ada saksinya.

"Di TPS kami tidak ingat ada saksi atau tidak yang mulia," kata Purwanto dalam sidang di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (8/8/2014).

"Saudara nggak punya saksi nggak hadir kok bisa cerita?," tanya hakim Ahmad Fadlil Sumadi.

"Bagaimana diulang yang mulia (pertanyaannya)?," timpal saksi.

"Ah, ini main-main saja!," kata hakim.

"Saudara ceritakan 260 sekian pemilih berapa digit, saudara ditanya pengetahuan suadara yang diceritakan di sini dari mana kalau saksi tidak tahu?," imbuhnya.

"Dari tim data yang dsampaikan dalm rekap," jawab saksi Purwanto.

Kemudian hakim Arief Hidayat menambahkan, ada kejanggalan dalam TPS yang disampaikan oleh saksi bahwa jumlah DPKTb sangat besar, padahal jumlah surat suara terbatas.

Jumlah DPT 260 orang, DPKTb 130 orang. Sementara surat suara hanya 260 ditambah cadangan 2% sesuai perundangan. Maka 2% tidak mungkin cukup untuk menampung 130 tambahan.

"Tolong KPU nanti merespon karena lebihnya 50 persen," ucap Arief.

Source: detik.com